Konten Kursus
Memahami
Electronic Fuel Injection (EFI) adalah sistem penyemprotan bahan bakar yang dikontrol secara elektronik untuk menciptakan campuran udara dan bensin yang ideal. Dengan bantuan sensor dan ECU, EFI menggantikan karburator konvensional sehingga menghasilkan pembakaran lebih efisien, hemat bahan bakar, bertenaga optimal, dan ramah lingkungan. Campuran stoichiometric 14,7:1 menjadi standar penting agar performa mesin terjaga sekaligus menekan emisi/
0/4
Mengaplikasi
0/2
Merefleksi
Pada tahap merefleksi, peserta didik diajak untuk meninjau kembali seluruh proses pembelajaran yang telah dijalani, baik teori maupun praktik. Mereka mengingat kembali apa yang sudah dikerjakan, mengevaluasi langkah-langkah yang dilakukan, serta membandingkan hasil kerjanya dengan standar yang ada. Dalam konteks materi sistem bahan bakar injeksi, peserta didik dapat merefleksikan bagaimana mereka memahami prinsip kerja, sejauh mana ketepatan saat melakukan pemeriksaan komponen, hingga bagaimana keterampilan membongkar dan merakit sesuai prosedur atau masih perlu perbaikan.
0/4
Sistem Injeksi Elektronik (EFI)
About Lesson

Pengertian Electronic Fuel Injection (EFI)

Electronic Fuel Injection (EFI) System adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan bakar yang minimal serta mempunyai gas buang yang ramah lingkungan.

Pada mesin Electronic Fuel Injection (EFI) umumnya proses penginjeksian bahan bakar ada di bagian ujung intake manifold atau saluran masuk sebelum katup masuk. Sehingga ketika katup masuk membuka pada langkah hisap, udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bensin. Konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi 3 (tiga) komponen utama, yaitu sistem bahan bakar, sistem kontrol elektronik, sistem pemasukan udara (sistem induksi). Semakin lengkap komponen sistem EFI seperti sensor-sensor, maka pengaturan kontrol koreksi untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan udara akan semakin sempurna.

Salah satu penggunaan EFI adalah untuk menghemat bahan bakar. Sistem yang satu ini sudah jadi standar dalam banyak kendaraan modern. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sistem yang satu ini menggunakan teknologi modern atau elektronik dalam kontrol penyemprotan bahan bakar. Sistem ini menggantikan penggunaan karburator yang lebih konvensional dalam mengatur campuran udara dan bahan bakar dalam mesin kendaraan. EFI bekerja dengan cara mengukur kebutuhan bahan bakar berdasarkan sejumlah faktor. Seperti kondisi mesin, putaran mesin, beban, suhu udara, dan sensor-sensor lainnya.

Kebutuhan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar harus dalam kondisi mudah terbakar, agar dapat menghasilkan efisiensi tenaga yang maksimal. Campuran yang belum sempurna akan sulit terbakar, bila tidak dalam bentuk gas yang homogen. Bensin tidak dapat terbakar dengan sendirinya, harus dicampur dengan udara dalam takaran yang tepat.Perbandingan campuran udara dan bensin ini sangat mempengaruhi pemakaian bahan bakar.

Perbandingan udara dan bahan bakar dinyatakan dalam bentuk volume atau berat dari bagian udara dan bahan bakar.Bensin harus terbakar keseluruhannya untuk dapat menghasilkan tenaga yang besar pada mesin dan meminimalkan tingkat emisi gas buang dari mesin. Campuran yang dikenal sebagai perbandingan udara dan bahan bakar mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap hasil pembakaran. Campuran ini harus berada pada daerah perbandingan yang sesuai yaitu sejumlah 14,7 kg udara membutuhkan udara sejumlah 1 kg bensin. Dalam bentuk volumetrik, 10.500 liter udara berbanding 1 liter bensin pada tekanan satu atmosfir. Pada perbandingan ini akan dihasilkan tenaga hasil pembakaran yang maksimal dan emisi gas buang yang rendah. Selanjutnya perbandingan 14,7: 1 ini dikenal dengan perbandingan Stoichiometric. Pada kondisi sebenarnya, mesin membutuhkan campuran udara dan bensin dalam perbandingan  yang  berbeda  –  beda,  tergantung  pada temperatur, kecepatan putaran mesin, beban dan kondisi lainya.

Perbandingan antara udara dan bahan bakar adalah sebagai bentuk kebutuhan udara yang dikenal sebagai faktor lambda ( λ ). Secara sederhana lambda dapat dirumuskan sebagai perbandingan jumlah udara terpakai atau aktual dengan kebutuhan teoritis atau ditulis sebagai :

Pada perbandingan stoichometrik λ = 1 , Untuk campuran kaya atau kekurangan udara besarnya λ < 1, dan Untuk campuran kurus atau udara lebih banyak dari pada bahan bakar besarnya λ > 1.

Adapun dampak perbandingan campuran pada emisi gas buang adalah apabila Emisi Carbon Monoksida / CO; Pada kondisi campuran kaya λ < 1 emisi CO bertambah secara linier terhadap penambahan penggunaan bahan bakar. Pada saat campuran kurus Dimana λ > 1, kadar CO berada pada level yang paling rendah. Apabila terjadi campuran yang tidak seragam misalkan campuran kurus dan gemuk pada masing-masing silinder untuk mesin dengan multisilinder, kadar CO rata-rata yang dihasilkan justru akan berada diatas kondisi λ = 1. Emisi HC; Hidrokarbon juga akan semakin bertambah bila konsumsi bahan bakar bertambah. Kadar HC akan rendah pada kondisi λ = 1,1 -1,2. Pada kondisi campuran kaya kadar HC akan semakin tinggi dimana bahan bakar tidak dapat terbakar sepenuhnya didalam silinder. Emisi NOx; Tingkat kadar NOx pada gas buang berlawanan dengan HC dan CO. Campuran yang kurus akan lebih menambah NOx, karena NOx Timbul dari temperature yang berlebihan pada ruang bakar, terutama dengan perbandingan kompresi yang tinggi.

Bergabunglah dalam percakapan